Tanda-tanda Penderita Gagal Ginjal Harus Cuci Darah

Fungsi Ginjal sebagai organ tubuh yang bertugas untuk mengatur kadar zat serta jumlah cairan yang dibutuhkan tubuh, juga membantu pematangan sel darah merah. Karena itu, saat ginjal mengalami masalah / tidak berfungsi dapat menyebabkan dampak buruk bagi tubuh, karena secara langsung rusaknya ginjal dapat berpengaruh pada organ-organ disekitarnya dan yang bersangkutan. Saat ginjal pada akhirnya mengalami kegagalan fungsi (gagal ginjal), penderita diharuskan menjalani perawatan cuci darah atau Hemodialisa. Artinya, dalam proses ini, fungsi ginjal digantikan dengan mesin. Caranya yaitu dengan mengalirkan darah pasien dengan menggunakan mesin baru kemudian kembali ke dalam ginjal.

Tanda-tanda Penderita Gagal Ginjal Harus Cuci Darah

Untuk mengetahui kapan waktu yang tepat saat gagal ginjal harus dilakukan cuci darah ternyata dapat dilihat dari tanda-tanda yang bisa dikenali. Berikut ini merupakan Tanda-tanda Penderita Gagal Ginjal Harus Cuci Darah.

Indikator 1.

Jika seseorang dinyatakan mengalami gagal ginjal akut dan kronik yang sudah tidak bisa diatasi dengan terapi konservatif (obat-obatan dan diet).

Indikator 2.

Jika seseorang mengalami gagal ginjal dengan ureum > 200 miligram%.

Indikator 3.

Jika seseorang mengalami kelebihan cairan dalam tubuh.

Indikator 4.

Jika seseorang mengalami gangguan keseimbangan elektrolit (Hiperkalelmi : K>7 miligram/liter).

Indikator 5.

Jika seseorang mengalami Klinis uremia dengan kesadaran menurun dari 200 miligram%.

Indikator 6.

Tes klirens kreatinin (TKK) <15 mililiter/mt.

Rekomendasi : Mengobati Penyakit Ginjal Tanpa Cuci Darah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *